Postingan

Bangun Kapasitas Adaptasi, Berdayakan Masyarakat Pesisir

Gambar
Bangun Kapasitas Adaptasi, Berdayakan Masyarakat Pesisir Sebuah Rekomendasi Perencanaan Pembangunan Pesisir menghadapi Perubahan Iklim (Studi kasus Semarang) Dhany R  Pesisir, kaya ataukah rentan? Wawasan mengenai pengembangan potensi maritim indonesia, kini menjadi isu politik yang begitu ramai diperbincangkan. Pengembangan perekonomian yang selama ini dianggap kurang mengoptimalkan potensi bahari, padahal wilayah indonesia, 62% nya adalah lautan dengan luas 3,1 juta km2, terdiri dari 17.508 pulau dan garis pantai sepanjang 81.000 km.. Strategi pemerintah untuk mengoptimalisasikan potensi kelautan dan pesisir melalui pengembangan infrastruktur dan penganggaran yang besar di sektor maritim, dianggap dapat menjadi solusi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dan mensejahterakan masyarakat. Tentu visi wawasan maritim ini,bukanlah hal yang mengawang-ngawang, melainkan berangkat dari kesadaran bahwa potensi perekonomian indonesia dari sektor  maritim sangatlah...

Kapitalisme yang mengalir di Sungai

Gambar
  Kapitalisme Yang Mengalir di Sungai (Belajar dari “Kota Seribu Sungai” Banjarmasin) Author : Dhany.R  (9 juni 2016) Hubungan Integral dan Spiritualitas (Sungai dan Masyarakat Kota Banjarmasin)   Sungai sebagai sebuah ekosistem yang terdiri dari komponen hidup dan tak hidup serta budaya masyarakat sekitar. Komponen tak hidup (abiotik) Sungai terdiri dari gugusan bukit, gunung, tanah, batuan, dll. Komponen hidup (biotik) diantaranya ada hutan, pepohonan, tetumbuhan, hewan, ikan-ikan, dll.   Komponen budaya (culture) adalah aktifitas masyarakat sekitar yang memanfaatkan sungai dan telah menjadi bagian dari peradaban masyarakat. Ketiga komponen tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ekosistem sungai secara luas. Kota Banjarmasin yang terletak di sebelah selatan Pulau Kalimantan, dikenal sebagai kota “Seribu Sungai” karena dilalui oleh dua sungai besar yaitu sungai Barito dan sungai Martapura, dimana kedua sungai ini kemudian “melah...

Soal Paradigma Reklamasi (antara Visi Maritim dan Keberlanjutan Ekosistem)

Gambar
Paradigma Reklamasi (antara Visi Maritim dan Keberlanjutan Ekosistem) Dhany R, 15 Agustus 2015 Konsep Pembangunan berkelanjutan sebagai sebuah ideologi baru terkesan seperti sebuah harapan baru untuk kelestarian lingkungan. Hal ini ditandai dengan adanya kesadaran Global untuk memasukan aspek lingkungan sebagai kajian penting dalam kajian pembangunan. Namun sejak KTT bumi pertama pada tahun 1992 digulirkan, aspek lingkungan hanya sekedar menjadi jargon politik saja untuk kepentingan pasar global. Berbagai produk-produk dan lisensi lingkungan dibuat untuk menjamin produk-produk ramah lingkungan namun kenyataannya sebagai alasan saja untuk memuluskan investasi pasar global di negara-negara berkembang. Pembangunaan yang berlangsung saat ini cenderung mengorbankan kepentingan ekologis. Tak jarang peraturan tata ruang di ubah untuk meloloskan kepentingan tersebut. Misalnya saja kawasan yang semula merupakan hutan lindung atau cadangan air tanah dirubah p...